Vol. 7 No. 1 (2024): Kesehatan Masyarakat
Articles
-
Pengaruh Minuman Keras bagi Remaja di Kota Kupang
Christine Ekawati Rohi Poltekkes Kemenkes Kupang Indonesia , Henry Franklin Johannes IndonesiaLiquor (Alcohol or Ethanol) plays an important role in the culture and life of the people of NTT. The purpose of this study was to analyze the level of alcohol consumption in adolescents and identify the health impacts and behavior of consuming alcohol. The results obtained adolescents consume liquor to look compact (30%). Adolescent dependence on alcohol is 4 x every month. The impact of alcohol on health is liver disorder (30%) and on irritable behavior (25%). The conclusion is that the impact of alcohol for adolescents is that it can cause liver disease and cause changes in behavior to become violent.
Pages: 1-6Views: - Downloads: -Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut Dan Faktor Risiko Penyebabnya Di Kota Kupang
Debora Gaudensiana Suluh Poltekkes Kemenkes Kupang Indonesia , Kristina Ragu Indonesia , Konstantina Danga Indonesia , Albina Bare Telan IndonesiaInfeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) secara umum dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan faktor individu. Tujuan penelitian adalah mengetahui kejadian ISPA dan faktor risiko lingkungan penyebabnya di Kota Kupang.
Jenis penelitian adalah observasional dengan pendekatan case control. Sampel sebanyak 128 sampel yang terdiri dari 64 sampel kasus dan 64 sampel kontrol (non kasus), variabel penelitian meliputi : suhu, kelembaban, ventilasi, kondisi langit-langit, lantai rumah, kepadatan hunian, jenis rumah dan kejadian ISPA. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi dengan checklist serta pengukuran menggunakan alat ukur thermohygrometer dan roll meter. Data kemudian diolah, disajikan dalam bentuk tabel selanjutnya di analisis univariate dan bivariate dengan statistik uji chi square.
Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk variabel suhu 100% tidak memenuhi syarat dan kelembaban 100% memenuhi syarat. Hasil uji statistik terdapat 2 variabel yang signifikan dengan kejadian ISPA yaitu ventilasi dengan nilai p = 0,002; OR= 4.378 dan CI = 1,504-12,750 dan jenis rumah dengan nilai p = 0,004; OR= 3.300 dan CI = 1.372-5.831. Adapun variabel yang tidak signifikan terhadap kejadian ISPA adalah kondisi langit-langit, lantai rumah, dan kepadatan hunian.
Disimpulkan bahwa ada hubungan antara ventilasi dan jenis rumah dengan kejadian ISPA di Kota Kupang. Disarankan bagi masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan, baik di dalam rumah maupun di luar rumah, dan dapat membangun rumah dengan kondisi ventilasi yang memenuhi syarat sehingga sirkulasi udara dapat berjalan dengan baik.
Pages: 7-16Views: - Downloads: -Partisipasi Masyarakat dalam Pengendalian Nyamuk Aedes sp. Sebelum dan Sesudah Edukasi di Kelurahan Liliba Kota Kupang
Ety Rahmawati Indonesia , Dermintari Umbu Sidda Indonesia , Oktofianus Sila IndonesiaKelurahan Liliba merupakan salah satu Kelurahan di Kota Kupang juga termasuk daerah yang endemis DBD karena setiap tahunnya selalu ada kasus DBD. Menurut Data tiga tahun terakhir yang didapatkan dari Puskesmas Oepoi jumlah kasus DBD mengalami penurunan, pada tahun 2020 yaitu 55 kasus dengan 1 kematian, tahun 2021 terdapat 45 kasus dengan 0 kematian dan di tahun 2022 sebanyak 24 kasus dengan 0 kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah ntuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam pengendalian nyamuk Aedes sp. sebelum dan sesudah edukasi di Kelurahan Liliba.
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Variabel dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam pengendalian Aedes sp sebelum dan sesudah edukasi serta menghitung ABJ sebelum dan sesudah edukasi. Populasi dalam penelitian ini yaitu 117 rumah, sampel yang digunakan yaitu 54 rumah. Data yang diperoleh dalam penelitian ini akan diolah dan dianalisis dan diuji secara deskritif.
Hasil penelitian sebelum edukasi menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat untuk kategori amat tinggi yaitu 33,33 %, kategori sedang yaitu 61,11 %, kategori rendah yaitu 5,56 % dan untuk kategori sangat rendah yaitu 0,00 %. Sedangkan hasil penelitian sesudah edukasi menunjukkan perubahan partisipasi masyarakat yang dimana tingkat partisipasi masyararakat untuk kategori amat tinggi yaitu 94,44 %, kategori sedang yaitu 5,56 %, kategori rendah yaitu 0,00 % dan untuk kategori sangat rendah yaitu 0,00 %. Untuk angka bebas jentik sebelum edukasi adalah 37 % sedangkan angka bebas jentik sesudah edukasi adalah 70 %.
Dapat disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengendalian nyamuk Aedes sp sebelum dan sesudah edukasi di RT 32 / RW 13 Kelurahan Liliba memiliki perubahan yang sangat signifikan serta angka bebas jentik sebelum dan sesudah edukasi juga memiliki perubahan yang cukup signifikan. Adapun saran untuk masyarakat di RT 32 / RW 13 agar dapat menjaga kebersihan lingkungan terutama dalam memperhatikan kondisi TPA dan non-TPA di dalam dan di luar rumah agar tidak adanya perkembangbiakan nyamuk Aedes sp.
Kata Kunci : Partisipasi Masyarakat, Pengendalian Aedes sp, Edukasi
Pages: 17-24Views: - Downloads: -Gambaran sanitasi sekolah, higyene perorangan dan kejadian kecacingan pada anak stunting di Sekolah Dasar Kota Kupang
Erika Maria Resi Poltekkes Kemenkes Kupang Indonesia , Byantarsih Widyaningrum Indonesia , Enni Rosida Sinaga IndonesiaSekolah selain berfungsi sebagai tempat pembelajaran juga dapat menjadi ancaman penularan penyakit jika tidak dikelola dengan baik. Sistem sanitasi terpadu sekolah dasar merupakan media untuk sekolah dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat kepada siswa dan pronasihat adalah program preventif promotifnya. Data Kemendikbud, 2020 menunjukkan seluruh sekolah di semua jenjang sebanyak 73 % sekolah di Indonesia tidak memiliki akses sanitasi yang layak, 3 dari 5 sekolah tidak memiliki akses kebersihan yang layak dan 1 dari 3 sekolah tidak memiliki jamban atau toilet yang terpisah antara siswa laki-laki dan perempuan. Sedangkan di Provinsi NTT sebanyak 79,17 % sekolah tidak memiliki akses sanitasi yang layak.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran Sanitasi Sekolah yang meliputi sarana penyediaan air, sarana jamban, sarana cuci tangan dan sarana pembuangan sampah. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Sekolah Dasar di Kota Kupang. Sampel penelitian adalah siswa/i kelas III dan IV pada Sekolah Dasar Inpres Oesapa Kecil 1 Kota Kupang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran sanitasi sekolah 80% memenuhi syarat di lihat dari sarana air bersih sudah memenuhi standar kesehatan, proporsi jumlah jamban masih kurang dimana 1 jamban pria untuk 67 orang dan 1 jamban wanita untuk 56 orang, untuk sarana cuci tangan sudah ada tetapi masih belum memenuhi rasio pencuci tangan dimana hanya terdapat 1 buah tempat cuci tangan di setiap kelas dengan jumlah siswa per kelas lebih dari 30 orang dan tidak tersedianya bak penampungan air. Untuk hygiene perorangan siswa diketahui sebanyak 64,27% baik, 24,64% cukup baik dan 11,09% kurang baik. Hasil pemeriksaan telur cacing pada kuku siswa tidak ditemukan telur cacing nematoda usus.
Dapat disimpulkan bahwa Sanitasi Sekolah di Sekolah Dasar Inpres Oesapa Kecil 1 Kota Kupang sudah memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1429/MENKES/SK/XII/2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kesehatan Lingkungan Sekolah. Hygiene perorangan 64,27% baik dan keberadaan telur cacing pada kuku siswa negatif.
Disarankan kepada Sekolah Dasar Inpres Oesapa Kecil 1 untuk dapat meningkatkan pemahaman kepada siswa mengenai kebersihan diri siswa dengan bekerja sama dengan instansi terkait seperti puskesmas dalam hal penyuluhan kesehatan
Pages: 25-30Views: - Downloads: -Surveilans Vektor dan Pemetaan Daerah Reseptif pada Wilayah Rendah Kasus Malaria di Propinsi NTT
Ragu Theodolfi Poltekkes Kupang Indonesia , Ety Rahmawati Indonesia , Oktofianus Sila Poltekkes Kemenkes Kupang IndonesiaABSTRAK
Perubahan iklim berefek pada transmisi malaria melalui perubahan ekologi dan prilaku manusia, nyamuk Anopheles dan parasit (Plasmodium). Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran tentang surveilans vektor serta pemetaan daerah rendah kasus malaria di Provinsi NTT. Metode penelitian adalah penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional study. Sampel penelitian adalah 3 kecamatan di Rote Ndao yang memenuhi kriteria pantai dekat pemukiman, pantai jauh pemukiman dan dekat pusat kecamatan untuk mendapatkan data iklim dan habitat jentik. Data prilaku masyarakat terkait pencegahan malaria diperoleh dari wawancara menggunakan program Epicollect terhadap 40 responden yang dilakukan secara accidental. Hasil penelitian menunjukan kondisi suhu, kelembaban, curah hujan dan kecepatan angin berpotensi dalam penularan penyakit malaria, meskipun indeks habitatnya <1. Masyarakat memiliki prilaku yang mendukung dalam pencegahan penularan malaria di Kabupaten Rote Ndao. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk melakukan pemantauan secara berkala pada tempat yang potensial untuk perkembanbiakan jentik Anopheles dan penyuluhan rutin kepada masyarakat untuk pencegahan malaria secara personal.
Pages: 31-35Views: - Downloads: -Konsentrasi CO dan CO2 Sebagai Hasil Pembakaran Incenerator di Rumah Sakit Umum Daerah S.K. Lerik dan Wilayah Sekitarnya
Olga Dukabain Poltekkes Kemenkes Kupang Indonesia , Kristiani Ade Rista Poltekkes Kemenkes Kupang IndonesiaRumah Sakit Umum Daerah S.K. Lerik mempunyai insinerator yang dapat membakar sampah sebanyak 100-200kg dengan temperatur ruang bakar mencapai 1000-1200°C. Dalam proses pemusnahan sampah medis di rumah sakit incenerator beroperasi setiap hari. Pada ruang bakar insinerasi, temperatur pembakaran pada ruang bakar mencapai 800 hingga > 1100°C, dan menghasilkan fluegas (gasbuang) dengan temperatur tinggi (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, 2018). Proses pembakaran dapat menghasilkan gas buangan sebagai polutan seperti gas Carbondioksida (CO2), Carbonmonoksida (CO), Sulfur dioksida (SO3), Nitrogen Dioksida (NO3) dan gas buangan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kimia udara CO dan CO2 dari hasil pembakaran incenerator di Rumah Sakit Umum Daerah S.K Lerik Kota Kupang.. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain observasi penelitian hanya bertujuan untuk melakukan pengamatan dan non eksperimental. Variabel pada penelitian ini adalah kualitas kimia CO dan CO2 yang berada di sumber dan pemukiman. Hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisa secara deskriptif dan dibandingkan dengan Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.14/ Menlhk/ Setjen/ Kum.1/ 7/ 2020 Tentang Indeks Standar Pencemar Udara, dan standar ISPU WHO tahun 2000 untuk CO2. Hasil dari penelitian ini selama 2 hari telah memenuhi syarat dengan CO di titik pengambilan sampel incenerator adalah 183 mg/Nm3 dan CO di pemukiman adalah 374 mg/Nm3. CO2 di titik pengambilan sampel incenerator adalah 442 ppm dan CO2 di pemukiman adalah 459 ppm. Rumah sakit harus selalu melakukan pemantauan kualitas udara emisi secara rutin tiap 3 bulan dan periode 6 bulan untuk peralatan manual, masyarakat menjaga kualiats udara di sekitar pemukiman dengan mengurangi emisi di sekitar lingkungan, tidak membakar sampah plastik, menanam pohon untuk penyerapan gas karbon, serta menggunakan bahan bakar ramah lingkungan untuk kendaraan bermotor.
Pages: 36-40Views: - Downloads: -Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kelurahan Lasiana Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang
Enni R. Sinaga , Iin Indriani Baok IndonesiaPermasalahan sampah di suatu kawasan meliputi tingginya laju timbulan sampah, kepedulian masyarakat yang masih rendah dengan berperilaku membuang sampah sembarangan. Untuk mengurangi timbulan sampah dari rumah tangga harus melibatkan penghasil sampah dalam penangannan yaitu masyarakat agar dapat mengelola sampah dengan bijak, mulai sampah di timbulkan sampah dibuang ke tempat penampungan sampah. Tujuan penelitian adalah menggambarkan pengelolaan sampah rumah tangga.
Metode pengumpulan data adalah melakukan pengukuran, wawancara dan observasi/pengamatan, lalu dianalisis secara deskriptif. .
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa timbulan sampah yang paling banyak adalah sampah organic dan pewadahan sampah yang tidak memenuhi syarat 60% dan yang memenuhi syarat 40%, pembuangan sampah yang memenuhi syarat 20% dan yang tidak memnuhi syarat 80%. Dari data tersebut untuk mengurangi sampah dari rumah tangga sangat berpotensi yaitu pada sampah organic dengan melakukan pengolahan sampah di rumah tanggaPages: 41-47Views: - Downloads: -Pemanfaatan Serbuk Biji Pepaya dan Biji Asam Sebagai Koagulan dalam Menurunkan Kekeruhan Air Sumur Gali
Siprianus Singga sanitasi kupang Indonesia , Veren Anjar Paut Poltekkes Kupang Indonesia , Agustina Poltekkes Kupang Indonesia , Edwin M. Mauguru Poltekkes Kupang IndonesiaKekeruhan merupakan salah satu indikator pencemrana air secara fisik. Air dengan kekeruhan tinggi tidak bisa digunakan sebagai air bersih. Serbuk biji pepaya (Carica Papaya L.) dan serbuk biji asam jawa (Tamarindus Indica L.) memiliki beberapa senyawa aktif yang dapat menurunkan kekeruhan air. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas serbuk biji pepaya dan serbuk biji asam jawa dalam menurunkan kandungan kekeruhan pada air bersih sumur gali. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan “one group pretest posttest”. Variabel yang diteliti yaitu kekeruhan air baku, kekeruhan sesudah pengolahan dengan koagulan biji pepaya dan biji asam serta efektifitas penurunan kekeruhan air. Dosis koagulan yang digunakan adalah 4 g/l.. Obyek penelitian ini adalah air sumur gali di Kelurahan Kelapa Lima. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kekeruhan air baku sebesar 620 NTU. Kekeruhan air setelah pemanfaatan serbuk biji pepaya adalah 32 NTU dan setelah pemanfaatan serbuk biji asam jawa adalah 34 NTU. Efektivitas penurunanan kekeruhan untuk koagulan biji pepaya adalah 94,83% sedangkan serbuk biji asam jawa adalah 94,51%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa serbuk biji pepaya dan serbuk biji asam jawa dapat menurunkan kekeruhan air sumur gali. Kepada masyarakat disarankan untuk memanfatakan koagulan biji pepaya dan biji asam untuk menurunkan kekeruhan air.
Pages: 48-51Views: - Downloads: -Make a Submission
sidebar
ADDITIONAL MENU Publication Ethics Author Guidelines Focus & Scope Editorial Team Reviewer Article Processing Charges Template Online Submission Open Access Statement Copyright Notice VISI DAN MISI SUPPLEMENTARY FILES Cover Image Index & Abstracting Peer Review Process Oehonis Recommendation SRQR Guidelines Contact ISSN PRINTP-ISSN: 2528-2034 ISSN ONLINEE-ISSN: xxxx-xxxx INDEXED BY:

VISITORSInformation
Language
Sanguline Theme by Sangu Ilmu

