Vol. 8 No. 2 (2025): Sanitasi Lingkungan
Articles
-
Analisis Risiko Kontaminasi Bakteri Escherichia coli Pada Sumur Gali di Kelurahan Oeba, Kota Kupang Tahun 2025
Maria Corazon Veronika Daka Prodi Sanitasi, Poltekkes Kemenkes Kupang Indonesia , Ragu Theodolfi Poltekkes Kupang IndonesiaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko lingkungan yang berhubungan dengan kontaminasi bakteri Escherichia coli pada sumur gali di Kelurahan Oeba, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang tahun 2025. Kontaminasi E. coli merupakan indikator utama pencemaran fekal dan menjadi penyebab penting penyakit berbasis air seperti diare pada wilayah dengan sanitasi rendah. Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif dengan pendekatan analisis risiko untuk menilai hubungan antara kondisi sanitasi sumur, jarak terhadap sumber pencemar, dan tingkat kontaminasi E. coli. Sebanyak 15 sampel dari 51 sumur diperiksa menggunakan metode Most Probable Number (MPN) dan dianalisis secara deskriptif serta melalui model matriks risiko.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 6% sumur termasuk dalam kategori risiko tinggi, 49% risiko sedang, dan 45% risiko rendah. Faktor utama yang memengaruhi kontaminasi adalah jarak sumur terhadap jamban kurang dari 10 meter, dinding sumur yang retak, dan sistem drainase yang buruk. Kondisi sanitasi tersebut secara signifikan meningkatkan kemungkinan kontaminasi E. coli. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor sanitasi lingkungan menjadi determinan dominan terhadap risiko kontaminasi dan merekomendasikanpengelolaan risiko berbasis masyarakat, termasuk peningkatan kesadaran, kaporisasi berkala, serta pengawasan kualitas air oleh instansi kesehatan.
Pages: 1-5Views: - Downloads: -Efektivitas Mosnon TB (Bacillus Thuringiensis Serovar Israelensis) Terhadap Kematian Larva Aedes sp.
Yastar Luwa Siga Prodi Sanitasi, Poltekkes Kemenkes Kupang Indonesia , Johanis J. Pitreyadi Sadukh Prodi Sanitasi, Poltekkes Kemenkes Kupang IndonesiaTujuan penelitian adalah untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan Mosnon TB (Bacillus Thruringiensis Serovar Israelensis) dalam mencapai tingkat kematian optimal pada larva Aedes sp.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian eksperimental lapangan dengan rancangan desain post-test only control group design, variabel penelitian yaitu waktu pengamatan 1 jam, 6 jam, 12 jam, dan 24 jam setelah diberikan perlakuan Mosnon TB. Sampel yang digunakan 1000 ekor jentik Aedes sp dengan pengulangan lima kali. Metode pengolahan data menggunakan analisa deskriptif dengan cara menghitung presentase kematian larva pada setiap waktu observasi dan dibandingkan dengan standar efektivitas..
Hasil penelitian menunjukan efektivitas Mosnon TB (Bacillus Thuringiensis Serovar Israelensis) dalam waktu pengamatan 1 jam (3,4%), 6 jam (86,2%), 12 jam (94,6%), dan efektivitas puncak tercapai pada 24 jam dengan rata-rata kematian 98,6%..
Dapat disimpulkan bahwa Mosnon TB efektif membunuh larva Aedes sp. Efektivitas meningkat seiring waktu pengamatan, dengan efektivitas optimal mencapai kematian maksimal (95-100% ) pada 12 jam ke atas.
Pages: 6-12Views: - Downloads: -Peran Orang Tua, Teman Sebaya dan Lingkungan dalam Perilaku Merokok Remaja
Christine JK Ekawati Prodi Sanitasi, Poltekkes Kemenkes Kupang Indonesia , Reza M. Putri Prodi Sanitasi, Poltekkes Kemenkes Kupang Indonesia , Agustina Indonesia , Henry Franklin Johannes Prodi Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan, Universitas Nusa Cendana IndonesiaMerokok merupakan salah satu faktor penyebab penyakit kronis. Perilaku merokok sangat merugikan diri sendiri, keluarga bahkan orang-orang di sekitar perokok.
Jenis penelitian yaitu desain kualitatif dengan metode fenomenologi deskriptif.
Hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata peran lingkungan 0,97; teman sebaya 0,93 dan orang tua 0,76. Lingkungan social memberikan pengaruh lebih besar dibandingkan teman sebaya dan orang tua.
Saran agar adanya program pencegahan perilaku merokok melalui konseling dan orang tua memberikan teladan untuk berhenti dari merokok
Pages: 13-16Views: - Downloads: -Kondisi Sanitasi Jamban Pada Rumah Di Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang
Ade Krisnadayanti Fanliti Prodi Sanitasi, Poltekkes Kemenkes Kupang Indonesia , Erika Maria Resi Poltekkes Kemenkes Kupang Indonesia , Byantarsih Widyaningrum Prodi Sanitasi, Poltekkes Kemenkes Kupang Indonesia , Kusmiyati Prodi Sanitasi, Poltekkes Kemenkes Kupang IndonesiaJamban adalah tempat untuk buang air besar dan buang air kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik jamban di RT 16 Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.
Penelitian ini bersifat deskriptif. Variabel dalam penelitian ini adalah jenis jamban, tingkat risiko jamban dan penyakit diare. Populasi 223 rumah dan sampel 68 rumah. Metode pengumpulan data yaitu data primer dan data sekunder. Instrumen penelitian adalah checklist.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis jamban yang digunakan adalah jamban leher angsa sebanyak 65 (96%), plengsengan sebanyak 2 (2%), dan cemplung sebanyak 1 (2%). Tingkat risiko jamban tinggi sebanyak 8 (12%), sedang sebanyak 32 (47%), dan rendah sebanyak 28 (41%), dan hasil yang diperoleh untuk penyakit diare yaitu pernah mengalami sebanyak 28 (41%), dan tidak pernah mengalami sebanyak 40 (59%) di RT 16 Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang
Disarankan kepada masyarakat untuk menjaga dan merawat jamban keluarga dengan cara memperhatikan lantai jamban agar tetap bersih, menyediakan sabun dan air, menyediakan tempat penampungan air di dalam jamban, memperhatikan jarak jamban dengan sumur gali/sumur bor agar jaraknya tidak terlalu dekat dan dapat menyebabkan kontaminasi air.
Pages: 17-22Views: - Downloads: -Studi Sarana Cuci Tangan dan Tindakan Masyarakat dalam Mencuci Tangan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Manutapen
Mesabia Pramudita Rambu Wini Hawa Prodi Sanitasi Poltekkes Kemenkes Kupang Indonesia , Ety Rahmawati Indonesia , Edwin M. Mauguru Prodi Sanitasi Poltekkes Kemenkes kupang IndonesiaCuci tangan pakai sabun merupakan langkah sederhana namun penting dalam mencegah penyebaran penyakit diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan sarana cuci tangan dan Tindakan Masyarakat dalam mencuci tangan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Manutapen.
Jenis penelitian adalah deskriptif, variabel penelitian yaitu sarana cuci tangan dan tindakan masyarakat. Populasi yaitu semua rumah yang ada di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Manutapen, dengan sampel yang diambil sebanyak 218 rumah. Data yang diambil dianalisa secara deskriptif untuk memberikan gambaran dari masing-masing variabel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 24 rumah (11,0%) yang memiliki sarana cuci tangan seperti air mengalir, sabun, kain lap/tisu, dan sebanyak 194 rumah (89,0%) tidak tersedia sarana cuci tangan sesuai dengan kriteria. Sedangkan tindakan masyarakat dalam mencuci tangan sebanyak 135 rumah (61,9%) dengan penghuni sudah melakukan cuci tangan, dan 83 rumah (38,1%) dengan penghuni belum melakukan cuci tangan. Masyarakat tidak mencuci tangan dengan air yang mengalir melainkan langsung mencuci pada ember/bokor.
Disimpulkan bahwa sebagian kecil rumah sudah memiliki sarana cuci tangan, sebagian besar rumah tidak tersedia sarana cuci tangan sesuai dengan kriteria. Sebagian besar rumah sudah melakukan cuci tangan sedangkan sebagian kecil belum melakukan cuci tangan. Disarankan agar masyarakat dapat membuat sarana sederhana sebagai sarana cuci tangan.
Pages: 23-28Views: - Downloads: -Efektivitas Media Pembelajaran Tentang Pengelolaan Sampah Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri Liliba Tahun 2025
Olga Mariana Dukabain Prodi Sanitasi, Poltekkes Kemenkes Kupang Indonesia , Yefirsan Nomleni Prodi Sanitasi, Poltekkes Kemenkes Kupang Indonesia , Albina Bare Telan Prodi Sanitasi, Poltekkes Kemenkes Kupang Indonesia , Debora Gaudensiana Suluh Prodi Sanitasi, Poltekkes Kemenkes Kupang IndonesiaSekolah menjadi tempat belajar dan menerima semua informasi yang menjadi pengetahuan dan hal ini dimulai sejak usia dini pada sekolah dasar sehingga pada usia ini dipandang perlu untuk meletakkan dasar yang kuat tentang pengetahuan dan pemahaman tentang lingkungan termasuk pengelolaan sampah yang selalu menjadi permasalahan di era ini. SD Inpres Liliba merupakan salah satu SD yang menjadi tempat proses pembelajaran tentang lingkungan salah satunya masalah sampah yang menjadi topik dalam penelitian maupun pengabmas yang dilakukan oleh institusi Poltekkes Kemenkes Kupang namun dalam pelaksananaanya belum menemukan media pembelajaran yang efektif untuk memberikan pemahaman yang baik kepada siswa dalam pengelolaan sampah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas media pembelajaran terhadap siswa SD tentang pengelolaan sampah. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif untuk menggambarkan efektivitas media pembelajaran tentang pengelolaan sampah. yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah 71 siswa Sekolah Dasar Inpres Liliba. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pengetahuan siswa setelah diberikan pembelajaran dengan media pembelajaran. Media video menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 50% dengan kategori sangat baik, media power point sebesar 35% dengan kategori sangat baik, dan media poster sebesar 59% dengan kategori sangat baik. Kesimpulan dari penelitian ini poster terbukti sebagai media paling efektif karena dapat dilihat terus-menerus dan memperkuat pengulangan pesan. Tindakan siswa juga menunjukkan perubahan positif setelah intervensi pembelajaran dilakukan
Pages: 29-34Views: - Downloads: -Gambaran Perilaku Pengunjung dalam Membuang Sampah di Kawasan Taman Ekowisata Mangrove Kota Kupang
Resti Nurlinda Banu Prodi Sanitasi, Poltekkes Kemenkes Kupang Indonesia , Kusmiyati Kusmiyati Prodi Sanitasi, Poltekkes Kemenkes Kupang Indonesia , Pius Selasa Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Kupang Indonesia , Ferry WF Waangsir Prodi Sanitasi, Poltekkes Kemenkes Kupang IndonesiaTaman Ekowisata Mangrove merupakan tempat wisata yang ada di Kota Kupang yang memiliki pemandangan asri. Perilaku wisatawan yang membuang sampah sembarangan dapat merusak biota laut dan mengurangi minat pengunjung. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tindakan pengunjung dalam membuang sampah dan titik pembuangan sampah.
Jenis penilitian ini adalah penelitian deskriptif (descriptive), variabel penelitian yaitu tindakan pengunjung dalam membuang sampah dan titik pembuangan sampah. Populasi adalah seluruh pengunjung taman ekowisata mangrove Kota Kupang, sampel 50 responden.
Hasil: Tindakan pengunjung dalam membuang sampah di taman Ekowisata Mangrove Kota Kupang dengan kategori baik adalah 20%, sedangkan yang kurang baik 80% pengunjung. Titik pembuangan sampah yang paling tinggi yaitu jembatan (34%), titik pembuangan sampah yang berikutnya yaitu tempat sampah.
Kesimpulan: Sebagian kecil pengunjung membuang sampah di tempat sampah sedangkan yang lainnya membuang di jembatan dan titik lainnya. Perlu penambahan tempat sampah serta peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan.
Pages: 35-39Views: - Downloads: -Hubungan Pengetahuan Pemilik Sumur Gali Dan Tingkat Risiko Pencemaran Sumur Gali Di Kelurahan Oesapa
Rafles Lado Indonesia , Siprianus Singga Indonesia , Ferry W. F. Waangsir Indonesia , R.H. Kristina IndonesiaSumur gali adalah salah satu sumber air bersih yang banyak digunakan penduduk Indonesia. Pengetahuan pemilik sumur gali merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi dan cara penggunaan sumur gali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan pemilik sumur gali dan tingkat risiko pencemaran sumur gali sumur di Kelurahan Oesapa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Data penelitian diambil dikumpulkan melalui proses penelitian, survei, wawancara, observasi. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan pemilik sumur gali dan tingkat risiko pencemaran sumur gali. Data penelitian dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pengetahuan mayoritas responden berada pada kategori pengetahuan pemilik sumur gali adalah: tinggi 7 (16%) sedang 32 (74%) rendah 4 (9%). Hasil penelitian juga menunjukan bahwa tingkat risiko pencemaran sumur gali sebagian besar tergolong dalam tingkat risiko sedang sebanyak 30 sumur (70%) tingkat risiko rendah terdapat 8 sumur (19%) dengan tingkat risiko rendah yang menunjukan relatif aman, namun masih ada 4 sumur (9%) yang memiliki tingkat risiko tinggi dan 1 sumur (2%) yang termasuk dalam kategori risiko amat tinggi. Disimpulkan bahwa sebagian besar pemilik sumur gali memiliki tingkat pengetahuan sedang dan sebagian besar sumur gali memiliki tingkat risiko pencemaran sedang.
Views: - Downloads: -Make a Submission
sidebar
ADDITIONAL MENU Publication Ethics Author Guidelines Focus & Scope Editorial Team Reviewer Article Processing Charges Template Online Submission Open Access Statement Copyright Notice VISI DAN MISI SUPPLEMENTARY FILES Cover Image Index & Abstracting Peer Review Process Oehonis Recommendation SRQR Guidelines Contact ISSN PRINTP-ISSN: 2528-2034 ISSN ONLINEE-ISSN: xxxx-xxxx INDEXED BY:

VISITORSInformation
Language
Sanguline Theme by Sangu Ilmu

