Vol. 5 No. 01 (2022): Sanitasi dan Kesehatan Masyarakat
Full Issue
Articles
-
Kualitas Fisik udara ruangan perkantoran Provinsi Nusa Tenggara Timur
Olga Dukabain Poltekkes Kemenkes Kupang Indonesia , Lidia Br Tarigan Indonesia , Albina Bare Telan IndonesiaKualitas udara lingkungan kerja perkantoran wajib memenuhi syarat kesehatan yang meliputi persyaratan fisika, kimia, dan biologi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Berdasarkan PMK 48 tahun 2016 Bahaya fisik meliputi tingkat kebisingan, intensitas pencahayaan, laju pergerakan udara, temperatur dan kelembaban udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor fisik udara yaitu suhu,kelembaban, ventilasi, pencahayaan dan kebisingan. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik cross-sectional dan menggunakan pendekatan observational. Populasinya adalah semua kantor pemerintah di provinsi NTT dan sampelnya adalah 5 kantor bupati,1 Kantor walikota, Dinkes Provinsi, Dinkes Kota/kab di daratan Timor. Teknik pengambilan sampel adalah cluster sampling. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu ruang kerja 25 oC – 32 oC dan 91,67 % ruangan tidak memenuhi syarat; kelembaban berkisar 38-68,5 % RH dan 83,3 % ruangan kerja tidak memenuhi syarat; 75 % ruangan kerja menggunakan AC; 66,6 % luas ventilasi tidak sesuai luas lantai; 83,3 % pencahayaan ruang kerja tidak memenuhi syarat; 83,3 % kebisingan ruangan memenuhi syarat. perlu memperhatikan suhu nyaman kerja yaitu 18-28 oC, menggunakan AC sesuai kapasitas ruangan, melakukan, optimasi penggunaan pencahayaan alami, mengatur tata letak barang/lemari dokumen,penanaman pohon disekitar kantor.
Pages: 1-7Views: - Downloads: -Hubungan Sanitasi Lingkungan dan Kejadian Stunting di Kota Kupang
Albina Bare Telan Poltekkes Kemenkes Kupang Indonesia , Wanti Wanti Indonesia , Olga Mariana Dukabain IndonesiaAbstrak yang disiapkan dengan baik memungkinkan pembaca untuk Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Hal ini terjadi karena asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Prevalensi balita stunting di Indonesia tahun 2013 sebesar 37,2%, lebih tinggi dibandingkan tahun 2010 sebesar 35,6 %, tahun 2007 36,8%. NTT menjadi propinsi dengan prevalensi tertinggi secara nasional sebesar 58,4% tahun 2010 dan 51,7% pada tahun 2013 sedangkan tahun 2018 menurun 42,46 % tetapi prevalensi ini masih cukup tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional sebesar 30,8 %. Stunting di Kota Kupang tahun 2018 mencapai 3.462 (23,7%.)
Jenis penelitiannya adalah analitik obeservasional dengan pendekatan studi case control. Populasi dan sampel penelitian adalah semua keluarga di zona merah yang memiliki anak Balita usia 12-59 bulan atau 1-5 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan non random sampling serta subjek kontrol dilakukan dengan cara serasi (matching) dengan jumlah kasus 30 kasus dan 30 kontrol. Data yang dikumpulkan, diolah, dan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik serta dianalisis secara statistik dengan uji Chi Square. Hasil penelitian ada 3 factor sanitasi berhubungan dengan kejadian stunting yaitu pengelolaan sampah dengan nilai p = 0,000 dengan OR = 0,248, saluran pembuangan air limbah (SPAL) p = 0,000 OR = 0,333 dan kebiasaan cuci tangan p = 0,000 dengan OR = 0.372. Disarankan kepada ibu balita memperhatikan personal hygiene anak yaitu mencuci tangan anak,sesudah buang air besar dan setelah anak bermain.
Pages: 8-13Views: - Downloads: -Implementasi Kesehatan Kerja Perkantoran di Propinsi Nusa Tenggara Timur
Lidia Tarigan Sanitasi Indonesia , Oktofianus Sila Prodi Sanitasi Poltekkes Kemenkes Kupang Indonesia , Olga Mariana Dukabain Prodi Sanitasi Poltekkes Kemenkes Kupang IndonesiaKaryawan perkantoran memiliki potensi masalah kesehatan yang berkaitan dengan sedentary job atau sedikitnya aktifitas fisik yang dilakukan. Tujuan peneltian mengetahui implementasi Kesehatan kerja Perkantoran di Propinsi Nusa Tenggara Timur. Jenis penelitian deskriptif observasional dengan variable standar peningkatan kesehatan kerja, pencegahan penyakit, penanganan penyakit. Data diperoleh dengan menggunakan instrument wawancara. Data dianalisis secara deskriftif. Implementasi kesehatan kerja perkantoran rata rata 20 % dari semua komponen penilaian. Standar peningkatan kesehatan kerja diperoleh 58 % perkantoran tidak memiliki kebijakan tentang kesehatan kerja. Perkantoran yang memiliki kebijakan sebatas himbauan dan surat edaran. Media komunkasi informasi dan edukasi berupa poster, leaflet, spanduk, pertemuan ilmiah atau rapat. Kegiatan peregangan dilaksanakan pada 6 perkantoran. Peningkatan kesehatan kerja dilaksanakan melalui sosialisasi dan edukasi kesehatan pekerjaan dalam bentuk kegiatan terbatas dan tidak terjadwal. Pencegahan penyakit melalui pemeriksaan kesehatan berkala, penemuan dini kasus penyakit dan penilaian status kesehatan belum dilakukan. Dilakukan sosialisasi kesehatan kerja perkantoran pada setiap wilayah binaan dari Dinas Kesehatan
Pages: 14-21Views: - Downloads: -Higiene Sanitasi dan Keberadaan Bakteri Vibrio cholerae Pada Kandang Ayam Broiler di Desa Sumlili Kabupaten Kupang Tahun 2021
Byantarsih Widyaningrum Poltekkes Kemenkes Kupang Indonesia , Erika Maria Resi IndonesiaPerkembangan peternakan ayam broiler di Desa Sumlili Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang ditandai dengan banyaknya pertumbuhan kandang ayam broiler. Higiene dan sanitasi kandang ayam yang buruk dapat memicu pertumbuhan bakteri Vibrio cholerae yang merupakan agen penyakit diare. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kondisi higiene sanitasi kandang ayam broiler dan mengetahui keberadaan bakteri Vibrio cholerae di dalam bangunan kandang ayam, jarak 5 meter dan 10 meter dari kandang ayam broiler di Desa Sumlili Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang Tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kandang ayam broiler di Desa Sumlili Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. Sampel dalam penelitian ini diambil berdasarkan teknik purposive sampling yang terdiri dari sampel kandang ayam berjumlah 18 kandang dan sampel bakteri udara berjumlah 54 plate. Pengambilan sampel dilakukan secara Cross Sectional. Data penelitian diambil menggunakan cheklist dan pemeriksan laboratorium, kemudian diolah dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian hygiene sanitasi kandang ayam broiler di Desa Sumlili Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang adalah termasuk dalam kriteria cukup (72,22%), dan ditemukannya bakteri Vibrio cholerae di udara dalam bangunan kandang dan sekitar lingkungan kandang pada jarak 5 dan 10 meter. Disarankan bagi pemilik kandang agar meningkatkan higiene dan sanitasi kandang ayam dengan cara membersihkan kandang dan wadah pakan ayam setiap hari dan melengkapi fasilitas sanitasi seperti sarana air bersih, CTPS, dan SPAL.
Pages: 22-26Views: - Downloads: -MANAJEMEN PENANGANA LIMBAH MEDIS DI PUSKESMAS OEKABITI
Agustina Poltekkes Kemenkes Kupang Indonesia , Siprianus Singga Prodi Sanitasi Poltekkes Kemenkes Kupang Indonesia , Ferdinand Hurit IndonesiaFasilitas layanan kesehatan tingkat pertama atau Puskesmas adalah adalah tempat untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama, dengan demikian ada limbah yang dihasilkan dari pelayanan kesehatan tersebut. Limbah medis adalah limbah yang berasal dari pelayanan medik, perawatan gigi, farmasi penelitian, pengobatan,perawat atau Pendidikan,yang menggunakan bahan beracun, infeksius, atau membahayakan kecuali jika dilakukan pengamanan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan limbah medis yankes yang ada di puskesma Oekabiti. Jenis penelitian ynag digunakan adalah penelitian deskrtitif yaitu untuk menggambarkan pengelolaan limbah medis yang ada di puskesmas Oekabiti, objek peneltian adalah puskesmas Oekabiti. Variabel dalam penelitian ini adalah laju timbulan limbah medis, pewadahan limbah medis, penyimpanan limbah medis dan pengolahan limbah medis. Hasil penelitian menunjukan rata-rata laju timbulan limbah medis di setiap ruangan penghasil limbah medis adalah 2 kg/hari/ruangan, Pewadahan limbah medis masuk kategori memenuhi syarat 78 % dan tidak memenuhi syarat 22 %, Variabel Penyimpanan limbah medis dari 28 persayratan maka kategori memenuhi syarat 64% dan tidak memenuhi syarat 36 %. Pengolahan limbah medis dari 8 item persyaratan kategori memenuhi syarat 100 % dan tidak memenuhi syarat 0%. Disarankan agar memperhatikan ruang penyimpanan limbah medis agar selalu memperhatikan keadaan ruangan penyimpanan, kapasitas dan lama penyimpanan serta memperhatikan limbah yang akan diolah secara internal agar memperhatikan syarat pengolahan limbah
Pages: 27-30Views: - Downloads: -Kualitas Air Bersih Pada Stasiun Pengisian Tangki Air Di Kota Kupang
William W. Lamawuran Poltekkes Kemenkes Kupang Prodi. Sanitasi Indonesia , Edwin M. Mauguru IndonesiaAir adalah kebutuhan pokok manusia dan pemenuhan bagi kebutuhan manusia diperoleh dari berbagai sumber diantaranya stasiun pengisian tangki air bersih. Kebutuhan akan air bersih dari stasiun pengisian tangki terus meningkat terlebih dimusim kemarau saat masyarakat mengalami kelangkaan air akibat sumber air lainnya tidak bisa lagi mensuplay nya. Oleh karena itu perlu dipastikan kualitas air bersih pada stasiun pengisian tangki harus sesuai dengan persyaratan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas fisik dan bakteriologis air bersih pada stasiun pengisian tangki, dengan metode deskriptif dengan rancangan crossectional study. Variabel penelitian untuk parameter fisik yakni suhu, bau, rasa, warna dan kekeruhan air bersih, variabel untuk parameter bakteriologis yakni MPN Coliform. Hasil penelitian menunjukkan warna, rasa, bau dan kekeruhan air bersih memenuhi syarat sedangkan parameter suhu masih belum semua memenuhi syarat, untuk parameter MPN Coliform pada 16 stasiun pengsian tangki diketahui 6 stasiun pengisian tangki yang tidak memenuhi syarat pada pengukuran pagi, pengukuran siang 7 tidak memenuhi sayar dan waktu sore terdapat 3 stasiun pengisian tangki yang tidak memenuhi syarat. Saran bagi pemilik stasiun pengsian tangki agar memperbaiki sarana pengisian tangki agar bebas dari pencemar, melakukan pemeriksaan kualitas air secara rutin.
Pages: 31-35Views: - Downloads: -Gambaran Sanitasi Pedagang Kaki Lima dan Kandungan Bakteri Escherechia Coli Pada Es Batu serta Olahan Kelapa Muda di Kelurahan Kelapa Lima
Enni R. Sinaga , Merlyn Oktavia Weni Base IndonesiaSanitasi penjual makanan memberi keamanan terhadap makanan yang dijual meliputi kebersihan peralatan, pengolahan makanan, personal hygiene dan kebersihan lingkungan rumah makan. Sanitasi makanan adalah untuk meningkatkan kualitas makanan yang sehat dan melindungi konsumen dari penularan penyakit dari rumah makan kepada pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebersihan peralatan, personal hygiene, kebersihan lingkungan, kandungan Escherichia coli pada es batu dan olahan kelapa muda. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dan sampel penelitian sebanyak lima pedagang kelapa muda yang ada di kelurahan Kelapa Lima. Hasil penelitian. kebersihan peralatan termasuk kategori baik 80% dan kategori buruk 20%, kebersihan lingkungan kategori baik sebanyak 60% dan kategori buruk sebanyak 40%, personal hygiene pengolah minuman es kelapa muda yang termasuk kategori baik sebanyak 80% dan kategori buruk 20%, kandungan Escherichia coli pada es batu yang memenuhi syarat 1 sampel dan tidak memenuhi syarat 4 sampel dan olahan kelapa muda yang memenuhi syarat sebanyak 3 sampel dan tidak memenuhi syarat sebanyak 2 sampel. Disarankan bagi penjual es kelapa muda di Kelurahan Kelapa Lima Kota Kupang agar lebih memperhatikan kebersihan diri serta kebersihan peralatan dalam pembuatan es kelapa muda dan juga memperhatikan kebersihan lingkungan tempat penjual agar terhindar dari sumber penyakitSanitasi penjual makanan memberi keamanan terhadap makanan yang dijual meliputi kebersihan peralatan, pengolahan makanan, personal hygiene dan kebersihan lingkungan rumah makan. Sanitasi makanan adalah untuk meningkatkan kualitas makanan yang sehat dan melindungi konsumen dari penularan penyakit dari rumah makan kepada pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebersihan peralatan, personal hygiene, kebersihan lingkungan, kandungan Escherichia coli pada es batu dan olahan kelapa muda. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dan sampel penelitian sebanyak lima pedagang kelapa muda yang ada di kelurahan Kelapa Lima. Hasil penelitian. kebersihan peralatan termasuk kategori baik 80% dan kategori buruk 20%, kebersihan lingkungan kategori baik sebanyak 60% dan kategori buruk sebanyak 40%, personal hygiene pengolah minuman es kelapa muda yang termasuk kategori baik sebanyak 80% dan kategori buruk 20%, kandungan Escherichia coli pada es batu yang memenuhi syarat 1 sampel dan tidak memenuhi syarat 4 sampel dan olahan kelapa muda yang memenuhi syarat sebanyak 3 sampel dan tidak memenuhi syarat sebanyak 2 sampel. Disarankan bagi penjual es kelapa muda di Kelurahan Kelapa Lima Kota Kupang agar lebih memperhatikan kebersihan diri serta kebersihan peralatan dalam pembuatan es kelapa muda dan juga memperhatikan kebersihan lingkungan tempat penjual agar terhindar dari sumber penyakit
Pages: 36-40Views: - Downloads: -EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SUKUN (Artocarpus altilis) SEBAGAI LARVASIDA Aedes s
Ety Rahmawati Indonesia , Yuyun Ahmad Program Studi Sanitasi Poltekkes Kemenkes Kupang IndonesiaDemam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan virus Dengue, yang ditularkan dari orang ke orang melalui gigitan nyamuk, Aedes sp, merupakan vektor epidemi yang paling utama, dan Aedes. albopictus dianggap sebagai vektor sekunder. Kasus DBD di Kota Kupang pada tahun 2018 terdapat 234 kasus dengan jumlah meninggal sebanyak 4 orang (Case Fatality Rate = CFR 1,7%). Pada tahun 2019 terdapat 681 kasus DBD dan meninggal sebanyak 8 orang (CFR=1,2%). Pada tahun 2020 terdapat 821 kasus DBD dan 8 orang meninggal (CFR=1,0%). Pengendalian vektor DBD dapat dilakukan dengan cara kimiawi, yaitu menggunakan insektisida nabati dengan memanfaatkan daun sukun sebagai larvasida yang mengandung senyawa alkaloid, flavanoid dan tanin yang dapat mematikan jentik Aedes sp. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) terhadapat kematian jentik Aedes sp.
Pages: 41-47Views: - Downloads: -PENGGUNAAN AKTIVATOR EM4 DAN AIR NENAS DALAM PENGOMPOSAN BAHAN ORGANIK
Dyky Benyamin Indonesia , Agustina Poltekkes Kupang IndonesiaPenanganan sampah rumah tangga dapat diolah menjadi pupuk kompos. Proses pengomposan yang terjadi secara alami akan berlangsung dalam waktu yang cukup lama sehingga dapat dipercepat dengan bantuan aktivator. Tujuan penilitian untuk mengetahui indikator keberhasilan pengomposan skala rumah tangga mengunakan aktivator air nenas dan aktivator EM4. Jenis penilitian adalah penilitian pra eksperimen dengan rancangannya one shot case studi. Variabel penilitian adalah volume penyusutan, pH, suhu, tekstur, lama waktu pengomposan. Analisa data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil peniltian menunjukan volume bahan awal pengomposan sebanyak 5 liter dan setelah pengomposan volume menyusust hingga 20 % atau menjadi 4 liter pada masing-masing percobaan dengan menggunakan aktivator air nenas dan aktiavtor EM4. Hasil pengukuran pH memenuhi syarat pada aktivator air nenas dan aktivator EM4 adalah rata – rata 7,0 hingga kompos matang. Hasil pengukuran suhu memenuhi syarat pada aktivator air nenas adalah rata- rata 30°C dan aktivator EM4 adalah rata-rata 32°C. Hasil pengamatan pada variabel tekstur menggunakan aktivator air nenas dan aktivator EM4 menunjukan tekstur halus, renyah, dan tidak terapung bila dicelupkan ke dalam air. hasil pengukuran lama waktu pengomposan pada aktivator air nenas adalah 23 hari, sedangkan pengukuran lama waktu pengomposan pada aktivator EM4 adalah 21 hari. Dapat disimpulkan bahwa pengomposan yang dilakukan dengan menggunakan aktivator EM4 dan air nenas menunjukan volume penyusustan sebesar 20%, variabel suhu dan Ph memenuhi syarat, lama waktu pengomposan menggunakan aktivator EM4 berlangsung 21 hari dan aktivator air nenas berlangsung 23 hari
Pages: 48-50Views: - Downloads: -Perilaku Pemanfaatan Jamban Masyarakat Desa Oelnasi Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang
Iren Maubana Indonesia , Ragu TheodolfiLebih dari 56 juta penduduk di Indonesia masih memiliki prilaku BABS. Ketersediaan jamban sebagai sarana untuk mengurangi dampak penyebaran penyakit yang ditimbulkan akibat BABS, masih sangat rendah. Cakupan jamban yang rendah pada beberapa wilayah di NTT menyebabkan angka penyakit yang ditularkan melalui air cukup tinggi. Cakupan jamban di Desa Oelnasi Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur adalah 98% (558 jamban untuk 569 KK). Meskipun cakupan tinggi, namun pemanfaatan jamban belum secara maksimal dilakukan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perilaku masyarakat tentang pemanfaatan jamban di Desa Oelnasi. Jenis penelitian adalah deskriptif. Populasi penelitian 596 KK, sampel penelitian adalah 100 KK, diambil secara acak. Hasil penelitian untuk aspek pengetahuan, 56% kategori baik, 26% cukup dan 16% kategori kurang. Aspek sikap, 76% kategori baik, 14% cukup dan 10% kategori kurang. Aspek tindakan, 95% dalam kategori baik, 4% menggunakan jamban bersama (sharing), 1% BABS. Disimpulkan bahwa aspek pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat Desa Oelnasi akan pemanfaatan jamban masuk kategori baik. Disarankan bagi pihak Puskesmas untuk melakukan advokasi pada tokoh masyarakat, memberikan pemicuan bagi masyarakat, monitoring dan evaluasi dalam penerapan kegiatan Stop BABS.
Pages: 51-56Views: - Downloads: -Analisis Penyerapan Iodium Pada Arang Aktif Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca Linn)
Patrisia Helmina Etris Indonesia , Christine J.K. Ekawati Direktorat Poltekkes Kupang IndonesiaArang aktif merupakan senyawa arang yang tidak memiliki struktur kristal, yang dapat dihasilkan dari bahan yang mengandung arang atau dari arang yang diperlakukan dengan cara khusus untuk mendapatkan permukaan yang lebih luas. Tujuan penelitian ini adalah Untuk menghitung penyerapan Iodium pada aktivasi kimia Calsium klorida (CaCl₂) dengan konsentrasi 1N, 2N, dan 3N.Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen One “shot case-study”. Variabel penelitian yaitu variabel bebas arang aktif dengan aktivasi kimia dengan 1N, 2N dan 3N, variabel terikat yaitu penyerapan Iodium Hasil penelitian penyerapan Iodium pada aktivasi kimia (CaCl₂) dengan konsentrasi 1N yaitu diperoleh 634,5 mg/g, 2N yaitu diperoleh 708,5 mg/g, dan 3N yaitu diperoleh 782,6 mg/g. Dari hasil pemeriksaan arang aktif dapat diketahui bahwa hasil uji daya serap Iodium pada arang aktif kulit pisang kepok, pada aktivasi kimia 1N,2N dan 3N ada perbedaan daya serapnya. Daya serap Iodim pada 1 N dan 2N tidak memenuhi syarat karena masi dibawah ≤ 750 mg/g, sedangkan 3N sudah memenuhi syarat karena ≥ 750 mg/g menurut standar SNI 06-3730-1995 tentang syarat mutu dan pengujian arang aktif.Disimpulkan bahwa jika penyerapan Iodium tinggi makanya arang aktif tersebut bisa dimanfaat untuk menghilangkan polutan pada air limbah. Disarankan agar Perlu dilakukan kajian lebih mendalam terhadap kualitas arang aktif kulit pisang kepok dengan memvariasikan jenis activator sehingga didapatkan arang aktif yang memiliki kualitas yang baik sebagai bahan penyerap yang ramah lingkungan dimasa mendatang.
Pages: 57-61Views: - Downloads: -Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian TB Paru Di Kelurahan Naibonat Kabupaten Kupang Tahun 2022
Ni Made Susilawati Indonesia , Bella Alviany Therik IndonesiaTuberkulosis paru (TB paru) adalah penyakit infeksi pada paru-paru yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Tingginya kasus TB paru pada suatu daerah dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan faktor perilaku, dimana faktor lingkungan meliputi ventilasi, kepadatan hunian, suhu, pencahayaan dan kelembaban. Sedangkan faktor perilaku meliputi kebiasaan merokok, meludah atau membuang dahak di sembarang tempat, batuk atau bersin tidak menutup mulut dan kebiasaan tidak membuka jendela. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan, kebiasaan dan lingkungan rumah terhadap kejadian TB paru di Kelurahan Naibonat tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain penelitian Cross sectional. Data dikumpulkan dengan cara wawancara dan observasi terhadap 11 orang pasien TB paru dan 22 orang anggota keluarga pasien. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan angka kejadian penyakit TB Paru dengan hasil uji Chi-Square, diperoleh nilai P=0,009 (P<0,05). Ada hubungan antara kebiasaan responden terhadap kejadian penyakit TB paru di kelurahan Naibonat dengan hasil uji Chi-Square, diperoleh nilaiP=0,013 (P<a0,05). Tidak ada hubungan antara lingkungan fisik responden dengan kejadian penyakit TB paru dengan hasil uji Chi-Square, diperoleh nilaiP=0,805 (P>a0,05).
Pages: 62-66Views: - Downloads: -Tingkat Risiko Pencemaran, Jarak Sumber Pencemar dan Kandungan Coliform Pada Mata Air di Kelurahan Bakunase II
Siprianus Singga sanitasi kupang Indonesia , Rinno G.H.M Lay Rihi IndonesiaKondisi mata air sangat berpengaruh terhadap kualitas air yang dihasilkan terutama secara bakteriologis. Dua hal utama yang berhubungan dengan kandungan bakteriologis pada mata air adalah tingkat risiko pencemaran dan jarak sumber pencemar.Mata air AMnesi, Labat dan Oetona di Kelurahan Bakunase II menjadi sumber air utama bagi warga sekitar dan warga kelurahan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat risiko pencemaran, jarak sumber pencemar dengan kandungan coliform pada mata air di kelurahan Bakunase II. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan observasional. Variabel yang diamati adalah tingkat risiko pencemran, jarak sumber pencemar dan kandungan coliform. Sampel penelitian ini adalah 3 mata air di Keluarahan Bakunase II. Data hasil penelitian dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua mata air di Kelurahan Bakunase II memilki tingkat risiko pencemaran amat tinggi, jarak sumber pencemar terdekat terdapat pada mata air Amnesi dan terjauh pada mata air Labat, kandungan bakteri coliform tertinggi terdapat pada mata air Amnesi dan terendah terdapat pada mata air Labat, serta secara deskriptif terdapat hubungan antara jarak sumber pencemar dengan kandungan bakteri coliform pada mata air di Kelurahan Bakunase II. Kepada pengelolah mata air di Kelurahan Bakunase II disarankan untuk memperbaiki bangunan perlindungan mata air, serta kepada masyarakat disarankan untuk mengolah air secara benar (merebus sampai mendidih) sebelum digunakan sebagai air minum.
Pages: 67-71Views: - Downloads: -Make a Submission
sidebar
ADDITIONAL MENU Publication Ethics Author Guidelines Focus & Scope Editorial Team Reviewer Article Processing Charges Template Online Submission Open Access Statement Copyright Notice VISI DAN MISI SUPPLEMENTARY FILES Cover Image Index & Abstracting Peer Review Process Oehonis Recommendation SRQR Guidelines Contact ISSN PRINTP-ISSN: 2528-2034 ISSN ONLINEE-ISSN: xxxx-xxxx INDEXED BY:

VISITORSInformation
Language
Sanguline Theme by Sangu Ilmu

